Rumput Laut
 Rumput laut merupakan salah satu komuditas budidaya laut yang dapat diandalkan, mudah dibudidayakan dan mempunyai prospek pasar yang baik serta dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat pantai. Rumput laut merupakan salah satu komuditas perdagangan internasional yang telah diekpor ke lebih dari 30 negara. Daerah penyebaran budidaya rumput laut di Provinsi Maluku tersebar di enam kabupaten yaitu Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Maluku Tenggara, Maluku Tenggara Barat, dan Kepulauan Aru. Produksi rumput laut pada tahun 2005 di Provinsi Maluku sebesar 600,8 ton dengan nilai produksinya RP. 1.658.875.000, dengan frekwensi penanaman enam kali setahun. Hasil ini masih jauh dari yang diharapkan mengingat besarnya potensi usaha budidaya rumput laut. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Perikanan Tangkap
Provinsi Maluku adalah Provinsi kepulauan dengan luas wilayah 712.479,65 Km2, terdiri dari 92,4% luas perairan (658.294,69 Km2) dan 7,6% luas daratan (54.185 Km2). Sedangkan panjang garis pantainya adalah 11.098,34 Km. Kondisi ini merupakan peluang dan sekaligus tantangan bagi masyarakat perikanan pada khususnya dan masyarakat Maluku pada umumnya. Untuk dapat memanfaatkan dan mengembangkan sumberdaya perikanan dan kelautan yang ada melalui berbagai kajian yang tepat. Dikatakan sangat berpeluang karena kajian tentang sumberdaya masih terbatas, sementara kebutuhan akan sumberdaya hayati laut di dalam dan luar negeri semakin meningkat. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Perikanan Maluku
 Eksistensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan sangat dipengaruhi oleh potensi pesisir dan laut serta pulau-pulau kecil yang dimiliki Provinsi Maluku, Jumlah pulau sebanyak 1.340 buah, dengan 131.792,18 Km 2, terkandung potensi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup besar untuk dikembangkan. Sesuai dengan potensi yang dimiliki ini, banyak kegiatan ekonomi produktif yang dapat dikembangkan seperti penangkapan tuna dan budidaya rumput laut. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
Perikanan Budidaya Pembangunan budidaya perikanan mempunyai peluang yang sangat besar dilihat dari lingkungan strategis dan potensi sumberdaya yang tersedia, yakni berupa: 1) peningkatan jumlah penduduk dunia membutuhkan semakin banyak penyediaan ikan; 2) pergeseran pola konsumsi masyarakat dunia ke produk perikanan; 3) tuntutan penyediaan makanan bermutu tinggi dan memenuhi syarat kesehatan; 4) keunggulan komparatif terhadap pasar dunia karena letaknya yang relatif dekat dengan negara tujuan ekspor, seperti Jepang; dan 5) memiliki potensi sumberdaya lahan yang sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Lahan budidaya perikanan laut yang tersedia di Provinsi Maluku mencapai luas 495.300 Ha, yang terdiri dari: |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|