Bank Mandiri Gelar Maluku Investment Day
Untuk mendorong pertumbuan ekonomi berkelanjutan di Kawasan Timur, Bank Mandiri akan menggelar Maluku Investment Day pada 13 April mendatang di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. Ajang itu akan menjadi agenda untuk mempertemukan dunia usaha dengan Pemerintah Daerah Maluku dan Maluku Utara. Diperkirakan, akan ada 100 investor Bank Mandiri yang ikut serta dalam acara tersebut.
Executive Vice President Coordinator Finance dan Strategy Bank Mandiri, Pahala N. Mansury, Jumat (9/4) di Jakarta, mengatakan, pertemuan ini diharapkan akan menjadi pertemuan pemikiran (meeting of mind) dari semua pemangku kepentingan untuk mendiskusikan pengembangan investasi di Maluku dan Maluku Utara. Beberapa pihak yang akan terlibat, menurutnya, adalah kalangan dari Pemerintah Pusat, pemerintah Daerah, Pelaku Usaha, akademisi, dan Perbankan Nasional sebagai simpul penting pengembangan investasi di provinsi itu. Berangkat dari kesuksesan Bank Mandiri yang menggelar acara serupa di Papua, yaitu Papua Investment Day di Jakarta tahun lalu, Pahala berharap, pertemuan ini akan menciptakan kesempatan dengan melahirkan hal konkrit. Pada tahun 2008, nilai kredit Bank Mandiri di Papua adalah sebesar Rp 498 miliar, dan pada akhir 2009 naik menjadi Rp 911 miliar. Sedangkan posiis di akhir Maret 2010 ini, kredit Bank Mandir mencapai Rp 997 milliar. "Demikian juga dengan Maluku yang memiliki potensi, baik dari segi perikanan, pariwisata, dan hasil bumi. Kalau ditemukan langsung dengan pemerintah daerah akan bisa mengetahui potensi yang ada dan berapa jumlah investasi yang akan ditawarkan," papar Pahala. Ia mengatakan, untuk area Maluku dan Maluku Utara, dana pihak ketiga (DPK) yang dikumpulkan oleh Mandiri adalah sebesar Rp 1,5 triliun. Adapun total DPK Bank Mandiri adalah sebesar Rp 264 triliun. Sedangkan kredit Bank Mandiri yang disalurkan di Maluku dan Maluku Utara adalah sebesar Rp 300 miliar. Sedangkan data Bank Indonesia menyebutkan total kredit di Maluku dan Maluku Utara adalah Rp 4,7 triliun. |