Sebanyak 143 Perusahaan Jajaki Investasi di Maluku
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 143 investor menyatakan berminat masuk ke Provinsi Maluku dan Maluku Utara untuk menggali potensi bisnis di wilayah tersebut. "Sebanyak 143 perusahaan sudah menyampaikan minat menanam investasi di Maluku Utara," kata Direktur Utama PT Bank Mandiri, Agus Martowardoyo, saat pembukaan "Maluku-Maluku Utara Investment Day", di Jakarta, Selasa (13/4/2010). Menurut Agus, calon investor tersebut merupakan nasabah Mandiri.
Ia menjelaskan, potensi bisnis yang ada di kedua wilayah itu meliputi industri perikanan, perkebunan, pertambangan, minyak dan gas, emas, nikel serta industri pariwisata. "Mandiri siap memfasilitasi pembiayaan investasi dari para investor yang bersedia masuk ke wilayah itu. Sehingga, Maluku dan Maluku Utara bisa menjadi "new frontier" di kawasan Timur Indonesia," tegas Agus. Fasilitas pembiayaan tentunya dengan mensinergikan antara potensi investor, Pemda Kabupaten, Pemerintah Pusat, dan Perbankan. "Ini menjadi bagian dari Public Private Partnership," katanya. Meskipun begitu, Agus mengakui bahwa tantangan terbesar delam mengembangkan bisnis di sana adalah rencana tataruang, keterbatasan listrik, illegal fishing, dan terbatasnya failitas pelabuhan dan akses ke kota Ambon. Akan tetapi pemerintah, melalui Menteri Perekonomian menjatakan jaminan bahwa mulai Juni 2010 masalah kelistrikan di seluruh Indonesia, sementara Kementerian BUMN sudah mendorong Garuda Indonesia membuka jalur penerbangan dari Jakarta-Ambon. Sebelumnya, pada Oktober 2009, Bank Mandiri juga sukses menggelar "Papua Investment Day". Menurut catatan BKPM Daerah Papua, jumlah perusahaan baru Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak delapan perusahaan dengan nilai investasi 9,3 juta dolar AS, adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 18 perusahaan dengan total investasi Rp18,4 triliun. Sementara itu, Menneg BUMN Mustafa Abubakar menyatakan, menyambut baik prakarsa Mandiri membuat program menjaring investor khususnya untuk memajukan kawasan Indonesia Timur. "Program ini bisa menjadi alat pemerataan pembangunan hingga ke tingkat pedesaan," ujar Mustafa. Ia menjelaskan, akan mendorong BUMN berperan aktif ikut melakukan investasi. "Saya berharap forum hari ini dapat menarik minat para investor segera melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia Timur. Baik sendiri-sendiri maupun bermitra dengan BUMN," tegas Mustafa. Sementara itu, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, Maluku-dan Maluku Utara merupakan wilayah yang sangat potensial dikembangkan, tidak saja pada industri kelautan dan perikanan, tetapi juga industri pariwisata. "Industri wisata laut dapat dikembangkan untuk disinggahi kapal pesiar dunia," kata Hatta. Gubernur Maluku Karel Albert Ralaharu menuturkan siap menyambut para investtor yang akan berusaha di Maluku. "Kami sudah menyiapkan berbagai fasilitas untuk investor, dengan menyederhanakan periainan," kata Karel. |