|
Pembangunan Sektor industri Perindustrian Pembangunan sektor industri harus terus dipacu dan dikembangkan guna meningkatkan peranannya terhadap pembentukan Pendapatan Nasional (PDB) atau Pendapatan Regional (PDRB). Oleh sebab itu pembangunan industri harus diarahkan pada usaha peningkatan ekspor hasil-hasil industri serta memperluas kesempatan kerja dan kesempatan berusaha. Berdasarkan data Maluku Dalam Angka Tahun 2002, diketahui bahwa Sejak tahun 1999/2000 perkembangan industri di Provinsi Maluku mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 1998/1999, hal ini dipengaruhi oleh kondisi pertikaian sosial yang terjadi, sedangkan tahun 2000 sampai dengan tahun 2002, mengalami peningkatan. Keadaan tersebut terjadi baik pada kelompok industri aneka, industri mesin logam dan kimia, industri hasil pertanian dan kehutanan maupun industri kecil dan kerajinan. Jumlah perusahan industri aneka di Provinsi Maluku pada tahun 2002 yaitu 1.091 perusahan dengan nilai investasi sebesar Rp. 4.394.932.000, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2001) terlihat bahwa jumlah perusahan dan nilai investasi mengalami peningkatan masing-masing sebesar 11,33% dan 36,79%. Peningkatan jumlah perusahan dan nilai investasi tersebut mempengaruhi penyerapan tenaga kerja yang mengalami kenaikan dari 2.440 orang pada tahun 2001 menjadi 3.284 orang pada tahun 2002 atau naik sebesar 34,59%. Jumlah perusahan industri logam dan kemia pada tahun 2002 mengalami kenaikan sebesar 13,25% diikuti dengan jumlah tenaga kerja juga mengalami kenaikan sebesar 6,63% sedangkan nilai investasi mengalami kenaikan sebesar 0,86%. Untuk kelompok industri hasil pertanian dan kehutanan juga mengalami kenaikan yakni jumlah perusahan pada tahun 2001 sebanyak 3.065 perusahan naik menjadi 3.231 perusahan pada tahun 2002 atau mengalami kenaikan sebesar 5,42%. Kenaikan tersebut turut berpengaruh terhadap jumlah tenaga kerja dan investasi yang masing-masing mengalami kenaikan sebasar 2,42% dan 0,39%. Kelompok industri dan kerajinan pada tahun 2002 sebanyak 5.107 perusahan dengan nilai investasi sebesar Rp.68.169.595. Dari jumlah tersebut tenaga kerja yang dapat diserap sebanyak 24.112 orang.
|